Optimalisasi Keberhasilan Menyusui Melalui Penyuluhan Kesehatan Dan Pelatihan Kader Di Desa Bagelan, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran
DOI:
https://doi.org/10.47218/jpmj.v5i1.538Kata Kunci:
ASI Eksklusif, Kader Kesehatan, Laktasi , Menyusui, Optimalisasi, PenyuluhanAbstrak
Menyusui eksklusif merupakan intervensi kesehatan yang paling cost-effective dalam menurunkan angka kesakitan dan kematian bayi, namun cakupannya di Indonesia masih di bawah target nasional 80%, terutama di wilayah perdesaan. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil serta kader kesehatan di Desa Bagelan, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran melalui penyuluhan kesehatan dan pelatihan laktasi berbasis demonstrasi. Kegiatan dilaksanakan pada 11 Desember 2024, dihadiri 21 peserta yang terdiri dari kader (n=7), ibu hamil, bidan desa, dan perwakilan puskesmas. Metode yang digunakan adalah ceramah interaktif, demonstrasi empat posisi menyusui beserta eknik pelekatan, dan redemonstrasi sebagai evaluasi psikomotorik. Evaluasi kognitif menunjukkan tingkat pemahaman tertinggi pada topik manfaat ASI bagi bayi (95,2%) dan terendah pada manajemen ASI perah (61,9%). Evaluasi psikomotorik menunjukkan 100% peserta berhasil memperagakan posisi tubuh ibu yang benar, dan 62,5% berhasil melakukan pelekatan areola bawah dengan benar. Kegiatan ini merekomendasikan pembentukan Kelompok Pendukung ASI (KP-ASI) tingkat desa sebagai mekanisme keberlanjutan program.
Referensi
Bandura, A. (1997). Self-efficacy: The exercise of control. W.H. Freeman.
Dewi, D. A., & Yuliana, M. (2018). Keberhasilan menyusui di Indonesia: Faktor-faktor yang mempengaruhi. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 10(2), 50–55.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Pedoman laktasi: Pemberian ASI eksklusif dan dukungan untuk menyusui. Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2022. Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Modul Pelatihan Konseling Menyusui (End User). Kemenkes RI.
Lawrence, R. A., & Lawrence, R. M. (2021). Breastfeeding: A guide for the medical profession (9th ed.). Elsevier.
Lumbiganon, P., Martis, R., Laopaiboon, M., Festin, M. R., Ho, J. J., & Hakimi, M. (2016). Antenatal breastfeeding education for increasing breastfeeding duration. Cochrane Database of Systematic Reviews, 12, CD006425.
Safitri, A., Rahmadhani, D., & Susanti, I. (2022). Efektivitas pelatihan kader laktasi terhadap peningkatan cakupan ASI eksklusif. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat, 14(1), 12–21.
Sari, I. W., & Wijayanti, D. (2021). Peran konselor laktasi dalam meningkatkan keberhasilan menyusui pada ibu baru melahirkan. Jurnal Keperawatan, 12(3), 122–130.
Simanjuntak, L. M., & Damanik, H. (2020). Dukungan sosial dan faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan menyusui di kalangan ibu pekerja. Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak, 13(1), 80–88.
UNICEF. (2021). Breastfeeding: A key to sustainable development. UNICEF.
Victora, C. G., Bahl, R., Barros, A. J. D., França, G. V. A., Horton, S., Krasevec, J., & Rollins, N. C. (2016). Breastfeeding in the 21st century: Epidemiology, mechanisms, and lifelong effect. The Lancet, 387(10017), 475–490.
World Health Organization. (2021). Infant and young child feeding: Key messages. WHO.