Pemberdayaan Kader Posyandu Melalui Inovasi Luk Chup Kacang Hijau (Vigna Radiata) sebagai Upaya Pencegahan Stunting Berbasis Pangan Lokal di Posyandu Flamboyan
DOI:
https://doi.org/10.47218/jpmj.v5i1.526Kata Kunci:
kacang hijau, Luk Chup, stunting, pangan lokal, kader PosyanduAbstrak
Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan upaya pencegahan berkelanjutan melalui pendekatan berbasis keluarga dan masyarakat. Kader Posyandu memiliki peran penting dalam edukasi gizi dan pendampingan keluarga untuk memanfaatkan pangan lokal bergizi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader melalui edukasi gizi dan pelatihan pembuatan Luk Chup berbahan kacang hijau sebagai alternatif PMT berbasis pangan lokal. Kegiatan dilaksanakan pada 14 Oktober 2025 di Posyandu Flamboyan, Kabupaten Serang, dengan melibatkan 10 kader yang dipilih secara purposif. Rangkaian kegiatan meliputi edukasi, demonstrasi, praktik langsung, penilaian pretest dan posttest, serta observasi keterampilan. Rerata skor pengetahuan meningkat dari 61,5 pada pretest menjadi 86,5 pada posttest, atau naik (40,7%) dari skor awal. Selama praktik, kader mampu mengikuti tahapan pengolahan dan menjaga kebersihan proses. Hasil ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader segera setelah kegiatan.
Referensi
Aisyah, I. S., Neni, N., & Yuldan, F. (2023). Intervensi edukasi gizi terhadap kader Posyandu dalam rangka mengatasi malnutrisi. Jurnal Abmas Negeri (JAGRI), 4(1), 27–32. https://doi.org/10.36590/jagri.v4i1.599
Aryastami, N. K., Shankar, A., Kusumawardani, N., Besral, B., Dharmawan, Y., & Tjandrarini, D. H. (2017). Low birth weight was the most dominant risk factor associated with stunting among children aged 12–23 months in Indonesia. BMC Nutrition, 3(16). https://doi.org/10.1186/s40795-017-0130-3
Asna, R., & Syah, N. A. (2023). Determinan kejadian stunting pada balita di Indonesia: Tinjauan literatur sistematis. Jurnal Gizi dan Pangan Indonesia, 5(1), 45–53. https://doi.org/10.31227/osf.io/qkzjm
Bommer, C., Vollmer, S., & Subramanian, S. V. (2019). Growth and its predictors among children in India: Insights from the India Human Development Survey. Social Science & Medicine, 234, 112365. https://doi.org/10.1016/j.socscimed.2019.112365
Gundersen, C., Kreider, B., & Pepper, J. V. (2017). The impact of the National School Lunch Program on child health: A quasi-experimental analysis. Journal of Econometrics, 49(1), 35–50. https://doi.org/10.1016/j.jeconom.2017.02.002
Hermanto, H., Safitri, A., & Kurniawati, H. (2024). Efektivitas puding kacang hijau terhadap peningkatan status gizi anak balita stunting. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nusantara, 17(1), 23–29. https://doi.org/10.33508/jkmn.v17i1.5012
Hou, D., Yousaf, L., Xue, Y., Hu, J., Wu, J., Hu, X., & Shen, Q. (2019). Mung bean (Vigna radiata L.): Bioactive polyphenols, polysaccharides, peptides, and health benefits. Nutrients, 11(6), 1238. https://doi.org/10.3390/nu11061238
Humairoh, H. (2023). Edukasi cegah stunting dengan pemenuhan gizi seimbang pada balita dengan media leaflet. Jurnal ABDIMAS Indonesia, 1(3), 114–124. https://doi.org/10.59841/jurai.v1i3.346
Husna, A., Rachmawati, F., & Khotimah, K. (2022). Pengaruh edukasi gizi terhadap pengetahuan dan sikap ibu balita tentang pencegahan stunting. Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia, 10(3), 149–157. https://doi.org/10.21927/ijnd.2022.10(3).149-157
Johan, R., Marlina, L., & Nurfadilah, M. (2024). Hubungan pengetahuan gizi ibu dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Cipocok Jaya. Jurnal Gizi Indonesia, 13(1), 20–26. https://doi.org/10.31227/osf.io/vqu7c
Kemenkes RI. (2023). Laporan Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2022. Jakarta: Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. https://www.kemkes.go.id/resources/download/info-terkini/hasil-ssgi-2022.pdf
Kirana, T., Sunartono, S., & Merida, Y. (2023). Peran kader Posyandu dalam pencegahan dan penurunan stunting di Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa, 2(6). https://doi.org/10.59837/jpmba.v2i6.1223
Kusumawati, H. Y., Wijayanti, W., & Pradipta, I. (2023). Formulasi dan evaluasi yoghurt berbasis tepung kacang hijau sebagai pangan fungsional anak usia dini. Jurnal Teknologi Pangan dan Gizi, 14(1), 12–20. https://doi.org/10.24843/jtpgi.2023.v14.i01.p02
Putri, N. I., Suryani, D., & Wardani, S. (2024). Pengaruh pendidikan gizi terhadap praktik konsumsi gizi seimbang di keluarga. Jurnal Kesehatan Masyarakat Prima, 5(2), 67–73. https://doi.org/10.31227/osf.io/xrdu3
Ramadhani, L. N., & Kuswandi, F. D. (2025). Edukasi gizi melalui media leaflet terhadap peningkatan pengetahuan ibu balita di Kota Depok, Jawa Barat tahun 2023. Jurnal Pengabdian Gizi dan Kesehatan Masyarakat, 2(2), 155–161. https://doi.org/10.53823/jpgkm.v2i2.105
Setiawati, D., Hadiningsih, N., & Karimah, I. (2024). Puding berbahan ikan mujair dan tepung kacang hijau sebagai alternatif makanan selingan untuk pencegahan balita stunting. Jurnal Ilmiah Pangan Halal, 5(2). https://doi.org/10.30997/jiph.v5i2.10273
Siregar, N. S. A., Sari, W. A., Adawiyah, R. A., & Mukodri, D. M. L. (2025). Pendampingan kader Posyandu dalam pemenuhan gizi ibu hamil dan pencegahan stunting pada balita. SEWAGATI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, 4(2), 54–64. https://doi.org/10.56910/sewagati.v4i2.2226
Syariena. (2025). Edukasi pentingnya manfaat konsumsi kacang hijau bagi kesehatan balita di Posyandu Desa Danau Usung. Jurnal Ragam Pengabdian, 2(2), 298–302. https://doi.org/10.62710/m9zt7w60
Timler, A., Schunko, C., & Vogl, C. R. (2019). Barriers and drivers for the inclusion of local and traditional foods in school feeding programs: A global perspective. Appetite, 143, 104412. https://doi.org/10.1016/j.appet.2019.104412
Wang, J., Guo, W., Wu, Y., Sun, J., & Xu, M. (2025). Nutritional composition and health functions of mung bean (Vigna radiata): A review. Food Research International, 175, 113154. https://doi.org/10.1016/j.foodres.2024.113154