Edukasi Kesehatan dan Pemantauan Status Gizi Remaja Dalam Upaya Pencegahan Stunting

Authors

  • Dewi Murtiningsih Poltekkes Kemenkes Surakarta
  • Satiyem Poltekkes Kemenkes Surakarta
  • Helmi Nurlaili Poltekkes Kemenkes Surakarta

DOI:

https://doi.org/10.47218/jpmj.v5i1.459

Keywords:

Edukasi kesehatan, status gizi, remaja, pencegahan stunting

Abstract

Stunting masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh kekurangan gizi kronis yang dialami sejak awal kehidupan dan dapat menurunkan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Salah satu faktor penting yang berkontribusi terhadap stunting adalah rendahnya kesadaran remaja mengenai pentingnya gizi seimbang sebagai persiapan menuju masa reproduksi yang sehat. Edukasi dan pemantauan status gizi sejak masa remaja menjadi langkah strategis dalam mencegah stunting antar generasi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan remaja tentang pentingnya gizi seimbang serta melakukan pemantauan status gizi untuk mendeteksi risiko anemia dan kekurangan gizi sebagai upaya pencegahan stunting. Metode pelaksanaan meliputi edukasi kesehatan interaktif, penyuluhan berbasis digital dan tatap muka, serta pemantauan status gizi melalui pengukuran antropometri dan kadar hemoglobin. Pendekatan partisipatif diterapkan dengan melibatkan sekolah, puskesmas, dan perangkat desa. Kegiatan diikuti oleh 30 remaja di Desa Beji, Kecamatan Tulung, Klaten. Terdapat peningkatan pengetahuan peserta tentang status gizi remaja dan pencegahan stunting, ditunjukkan oleh peningkatan nilai rata-rata dari pretest 76,25 menjadi posttest 82,50. Remaja menunjukkan antusiasme tinggi dalam diskusi dan pemeriksaan gizi. Edukasi kesehatan dan pemantauan status gizi remaja efektif dalam meningkatkan kesadaran dan perilaku gizi seimbang yang berperan dalam pencegahan stunting. Program ini dapat direplikasi di wilayah lain sebagai model edukasi kesehatan berbasis komunitas.

References

Chatterjee, P., Singh, R., & Verma, A. (2024). School-based nutrition education and its impact on adolescent dietary behavior: A systematic review. Public Health Nutrition, 27(3), 411–420.

Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten. (2022). Profil Kesehatan Remaja Desa Beji Kecamatan Tulung. Klaten: Dinas Kesehatan Klaten.

Indriasari, R., Rachmawati, R., & Fajar, D. (2021). School-based nutrition education improves breakfast-related behavior among Indonesian adolescents. PLOS ONE, 16(4), e0250129.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Buku saku hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Laporan nasional Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

Rahmadani, F., Syafitri, D., & Maulana, H. (2023). Edukasi digital dalam pencegahan stunting: Studi implementasi di sekolah menengah atas. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 10(1), 88–102.

Raut, S., Desai, M., & Patel, K. (2024). Effect of nutrition education intervention on nutritional knowledge and attitudes among school-going adolescents. International Journal of Community Health Studies, 5(1), 25–33.

Welch, C., Ranz, K., & Ahmed, S. (2023). Adolescent pregnancy and risk of child undernutrition: A systematic review and meta-analysis. Maternal & Child Nutrition, 19(2), e14125.

World Health Organization. (2021). Nutritional guidelines for adolescents: Preventing malnutrition and stunting. Geneva: World Health Organization.

World Health Organization. (2024). Nutrition, growth and cognitive development: Policy brief for adolescents. Geneva: World Health Organization.

Downloads

Published

2026-08-24

How to Cite

Murtiningsih, D., Satiyem, & Nurlaili, H. (2026). Edukasi Kesehatan dan Pemantauan Status Gizi Remaja Dalam Upaya Pencegahan Stunting. Jurnal Pengabdian Masyarakat Jajama (JPMJ), 5(1), 33–39. https://doi.org/10.47218/jpmj.v5i1.459